Kosmetik yang Aman Dipakai menurut BPOM

Kosmetik yang aman dipakai menurut BPOM

Kosmetik secara istilah diambil dari Bahasa Yunani yang artinya berhias merupakan bahan yang dipakai untuk mempercantik diri seseorang, pada zaman dahulu para wanita meramu sendiri kosmetik yang mereka gunakan dengan bahan-bahan alami yang aman untuk kesehatan sedangkan sekarang kita bisa menemukan berbagai kosmetik dari berbagai merek yang dijual bebas di pasaran, bahan yang digunakan pun bukan hanya bahan alami namun ada juga yang buatan (bahan kimia) kosmetik yang aman menurut BPOM. Bahan kimia yang digunakan tidak sesuai dengan takaran justru akan membahayakan si pemakai.

Kosmetik yang aman dipakai menurut BPOM

Peredaran kosmetik di Indonesia diawasi oleh BPOM atau singkatan dari Badan Pengawas Obat dan makanan. Badan POM memiliki standarisasi untuk menentukan kosmetik yang aman menurut BPOM dan bisa diedarkan. Ketika sebuah produk yang didaftarkan dalam badan POM telah mendapatkan persetujuan edar maka pihak BPOM akan mengeluarkan sertifikat, logo badan POM akan ada di lebel kemasan suatu produk.

Kosmetik yang aman menurut BPOM ditinjau dari segi bahan yang digunakan

  1. Tidak menggunakan pewarna yang dilarang. Sebagian besar kosmetik yang berbahaya untuk tubuh manusia terbuat dari bahan yang mengandung zat warna berbahaya yaitu rhodamine dan merah K3. Ada 86 jenis pewarna yang diperbolehkan dengan catatan kadar maksimum yang diperbolehkan sudah diatur dalam mekanisme BPOM.
  1. Tidak mengandung merkuri dan timbal berat. Bahan merkuri dan timbal berat akan merusak jaringan kulit efek yang akan ditimbulkan dengan menggunakan bahan kosmetik yang mengandung kedua bahan tersebut adalah muntah-muntah, diare, gagal ginjal, kanker, cacat janin pada ibu mengandung, kanker dan gangguan fungsi hati.
  1. Bahan pengawet yang digunakan. Bahan pengawet pada produk kosmetik bertujuan untuk menghindari produk kosmetik dari serangan mikroorganisme selama proses distribusi sampai ke tangan konsumen.
  1. Bahan tabir surya. Tabir surya adalah bahan yang terdapat pada kosmetik yang bisa melindungi diri dari sinar matahari, penggunaan bahan yang diperbolehkan ada 28 jenis dengan kadar maksimum dan peringatan yang telah dirancang BPOM sebagai mekanisme penjaga konsumen.
  1. Bahan yang dilarang. Ada sekitar 1370 bahan yang dilarang dipergunakan sebagai bahan pembuat kosmetik dari semua bahan tersebut ada bahan pewarna, bahan pengawet dan bahan tabir surya
  1. Kadar kedaluwarsa produk. Bahan kosmetik yang menggunakan bahan-bahan alami tanpa bahan kimia akan cenderung memiliki tanggal kadaluwarsa yang cepat dibandingkan dengan bahan kimia, badan POM memastikan bahwa produk yang akan beredar jelas kapan tanggal kedaluwarsanya.

Pada surat peraturan BPOM dijelaskan mengenai bahan-bahan yang boleh digunakan untuk bahan kosmetik yang aman menurut BPOM sebanyak 110 bahan dengan kegunaan, kadar maksimum yang diperbolehkan, peringatan dan persyaratan lain yang tercantum di setiap bahannya. Badan POM berdasarkan kesepakatan ASEAN telah menyetujui untuk melakukan notifikasi obat, kosmetik dan makanan yang beredar di kawasan Indonesia agar konsumen yang tidak tahu tentang kandungan bahan bisa merasa aman memakai kosmetik yang telah notifikasi BPOM.

Tugas BPOM terhadap produk yang telah di daftarkan untuk mendapatkan sertifikasi atau notifikasi adalah turut melakukan pengawasan terhadap sarana produksi yang digunakan serta proses distribusi, melakukan inspeksi cara pembuatan kosmetik yang baik sesuai dengan standarisasi yang telah di tetapkan, melakukan pengujian pada sempel yang telah jadi, melakukan audit dokumen mengenai informasi produk, melakukan pengawasan terhadap iklan yang ditayangkan ke publik atau khalayak ramai, dan melakukan pengawasan terhadap efek samping kosmetik tersebut.